Watch Indonesian Movies Online

Te(Rekam) (2010)

Film Indonesia 2010HorrorIndo-HorrorIndonesia Movies

IMDB: /10 votes

471

Report error

Watch Te(Rekam) (2010) Full Movie

All Genres: Horror ,Release Date: 21 Mart 2010 , Run Time: 74 min ,Country: Indonesia ,Languages: Indonesia ,Quality: DVD ,Subtitle:– ,Director: Lucki Lukman Hakim, Writer:  Stars: Tera Patrick, Angel Lelga, Andreano Philip, Catherine Wilson, Christian Nino Te(Rekam) (2010) Full Movie Story Line:  Te[rekam] adalah sebuah film yang tercipta akibat sebuah “ketidaksengajaan” yang terjadi ketika model dan aktris Olga Lidya hendak membuat sebuah film horror bersama dua orang temannya, Julia Perez dan Monique Henry. Berbagai hal aneh yang dialami oleh mereka dan terekam dalam beberapa buah handycam ternyata sudah lebih dari cukup untuk membuat sebuah film horror ketika kumpulan footage tersebut jatuh ke tangan seorang sutradara sekelas… Koya Pagayo.   Insiden didalam film ini sendiri diawali ketika Olga, Julia Perez dan Monique memutuskan untuk tinggal disebuah rumah milik teman Olga bernama Siska, dalam rangka mempersiapkan film horror mereka. Olga meminta agar semua kegiatan mereka di dalam rumah itu direkam dengan kamera, yang mungkin bisa digunakan untuk keperluan dokumentasibehind the scene film tersebut. Olga kemudian memasang kamera hampir disetiap ruangan rumah Mereka mengalami beberapa kejadian aneh tapi mereka anggap hanya perasaan paranoid mereka saja, dan tanpa mereka sadari, semua kamera yang mereka pasang telah menangkap sosok makhluk gaib yang sangat menyeramkan. Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk segera pergi meninggalkan rumah itu. Namun ternyata tidak mudah, karena banyak kejadian aneh yang muncul dan menghalang-halangi mereka untuk dapat keluar dari rumah tersebut Setelah semua kejadian itu, Olga meminta bantuan Koya Pagayo, seorang sutradara untuk mengedit semua footage-footage yang ia miliki dan dijadikan sebuah film horror. Akhirnya Batavia Pictures tertarik dan bersedia membeli dokumentasi tersebut serta mendanai proses editing-nya untuk diproduksi menjadi sebuah layar lebar yang kemudian didistribusikan. Pertama-tama… dengan track record yang selama ini telah ditorehkan oleh Koya Pagayo di dunia perfilman Indonesia, memasuki gedung bioskop dengan seikhlas hati untuk menyaksikan Te[rekam] tentu saja butuh kesabaran tingkat tinggi. Anda tentu tidak dapat menonton film sekelas ini, kemudian keluar, mengeluh dan mengumpat bahwa film ini memiliki kualitas yang luar biasa rendahnya. Hal itu sama dengannya Anda merelakan kaki Anda untuk dilindas ban mobil hanya untuk mengetahui bahwa hal tersebut sangat menyakiti Anda. Mari terima fakta bahwa film ini terinspirasi dari beberapa film horror sekelas yang sempat populer lebih dahulu, seperti[REC] dan Paranormal Activity. Bahkan dengan tanpa membandingkan film ini dengan kedua film tersebut — dan menganggap ide film ini adalah sebuah ide orisinal — Te[rekam] masih sulit untuk diterima akal sehat. Beberapa dialog yang keluar selama film ini berjalan terlihat sekali seperti telah dituliskan sebelumnya — terima kasih kepada penampilan kaku dari Olga Lydia dan Monique Henry di awal film –. Usaha “editor” — begitu gelar Koya Pagayo  — Te[rekam] yang memberikan tambahan “pesan dan kesan” dari ketiga “aktris” tersebut diawal dan diakhir film — “Oh ini film yang sangat mengerikan,” “Oh saya tak ingin lagi melakukan hal ini,” “Oh saya merasa ditipu oleh Olga Lidya” — malah semakin membuat para penontonnya sulit menerima bahwa film ini adalah benar-benar sebuah film yang telah dikerjakan dengan naskah cerita, dan bukan hanya sekedar kumpulan gambar yang terekam oleh kamera seperti yang dipromosikan secara berat oleh film ini. Para “aktris” tersebut benar-benar tampil sangat datar dan sangat tidak meyakinkan untuk memerankan peran mereka. Masalah yang selalu ditemui disetiap film Koya Pagayo (dan beberapa alter ego lainnya) adalah ia seperti tidak menyadari bahwa para penonton filmnya terkadang adalah orang-orang yang benar-benar pecinta film dan secara tidak sengaja telah menonton film yang ia jip… errr… merasa terinspirasi dari film tersebut. Hal inilah yang kemudian membuatnya seperti merasa ingin “memperbaiki” kinerja sutradara di film tersebut, dan menambahkan beberapa sentuhan khususnya. Dan hal ini tak terkecuali juga terjadi pada Te[rekam]. Ia menambahkan beberapa efek khusus pada adegan dimana kamera yang dipegang para karakter di film ini terlihat shaky dan tanpa fokus yang jelas. Dan dengan menambahkan efek khusus disini — lebih gelap, lebih buram, lebih ‘bergoyang’ — adalah dengan menambahkan berbagai hal yang dapat membuat penonton film menjadi lebih pusing dan lebih merasa mual daripada ketika menonton film sejenisnya. Efek-efek tersebut berbanding lurus kualitasnya dengan berbagai musik latar yang disediakan oleh Koya Pagayo di film ini. Sekali lagi, bukankah film ini “maunya” ingin disebut sebagai sebuah film yang nyata dan tanpa rekayasa? Namun kenapa Koya harus bersusah-susah untuk memberikan musik latar — yang seperti biasa di setiap filmnya, menjadi penanda bahwa satu karakter horror akan menghampiri kamera — jika ia ingin film ini dianggap serius. Semua promosi yang telah dilakukan untuk mencoba meyakinkan penonton bahwa film ini bukan rekayasa — termasuk beberapa pemerannya yang dengan percaya dirinya melakukan wawancara di beberapa infotainmen dan mengatakan bahwa ia merasa trauma atas pembuatan film ini — dihancurkan sendiri oleh sang pembuat filmnya. Dari tiga “aktris” yang tampil di film ini, Anda harus mengakui bahwa Julia Perez secara tidak sadar akan menjadi bagian favorit Anda sepanjang film ini berjalan. Dengan “mulut kotor”-nya, Julia berhasil memecahkam kebekuan yang tercipta di awal film — dan nantinya di akhir film — dimana bagian tersebut hanya diisi oleh karakter Olga dan Monique. Julia-lah yang kemudian membuat film ini menjadi terasa lebih hidup dengan berbagai lelucon-lelucon yang hadir dan membuat rasa tersiksa ketika menonton Te[rekam] setidaknya sedikit berkurang. Anda pernah merasa bahwa sebuah film begitu buruknya, yang pada awalnya hanya Anda saksikan untuk mencari berbagai kesalahan yang dibuat sang pembuat film, namun perlahan-lahan keburukan-keburukan tersebut malah membuat Anda merasa nyaman dengan film tersebut? Well… Te[rekam] dapat saja menjadi salah satu dari film tersebut. Sama sekali tidak berkualitas, tidak orisinil (bahkan secara blak-balakan mencuri salah satu adegan di film [REC]) namun dengan tingkat kesabaran tertentu, dapat menghibur Anda — terima kasih kepada Julia Perez –.  Tidak akan direkomendasikan, pada titik serendah apapun. Tapi jika Anda bersedia menerima tantangan menonton film ini… then why not?! Good luck!

Te(Rekam) (2010) Full Movie Watch OnlineWatch Movie Click Below

Click Here To Watch

No links available
No downloads available

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related movies